Kepada Kamu…

Kulitku yang tawar berhutang banyak kepada kulitmu: aku sering meminjamnya
untuk terus merasa,
ketika pedih yang semakin pedih bangkit sejenak menyuntikkan masa lalu.

Kupingku yang tipis berhutang banyak kepada kupingmu: aku sering meminjam
lorongnya untuk membuat lelah perjalanan kata,
ketika ia mungkin saja mampu membuat nyeri di hati.

Lidahku yang kelu berhutang banyak kepada lidahmu: aku sering meminjam
manisnya untuk tidak menghancurkan harapan,
ketika orang lain menghampiri membagi cerita mereka.

Hidungku yang kedodoran berhutang banyak kepada hidungmu: aku sering
meminjam bulu-bulunya untuk menangkap riang,
ketika sepi semakin menjadi-jadi di sini.

Empat mataku berhutang banyak kepada sepasang matamu: aku sering meminjam
kelopaknya untuk menyaksikan sekitar,
ketika aku terlupa bahwa hari ini bunga-bunga juga menguarkan wangi.

Dalam batok kepalaku berhutang banyak kepada dalam kepalamu: aku sering
meminjam isinya untuk mengamini,
ketika hidup ternyata memang dimulai hari ini.

Hatiku yang pekat berhutang banyak kepada hatimu: aku sering meminjam
kilaunya untuk meyakini lagi bahwa masih ada kasih sayang di dunia ini.

~ Lenteng Agung, 241207 ~



4 Comments so far

  1.    always ratna on January 13th, 2008

    Ah, lo mah emang paling hobi bikin gw nangis, hiks hiks,…

  2.    neng_pinkie on February 11th, 2008

    hhhhmmmmmm….
    begitu terasa sampai ke hati yg paling dalam…

    ^_^

  3.    mEnuR on May 26th, 2008

    sptny kmu byk berhutang… hehe…

  4.    apostolidisdreams on February 9th, 2009

    waduhhhh bisa bangkrut nih sebanyak2 hutang ini…BUT I REALLY LIKE THAT!!! Bukan hutang iyaa, he he

Leave a Reply