Dalam Bayanganku

Dalam bayanganku, pasir berwarna gosong menyambut
penumpang sebuah kapal yang karam dengan penuh keteduhan, serupa lambaian nyiur
yang juga mendesahkan resah. 

Dalam bayanganku, dahaga pencarian cair saat sejenis
air suci dari bongkahan serupa giok Cina menyusuri liang tenggorokanku.

Dalam bayanganku, seonggok rumah tegak berdiri
beratap pelepah yang telah tanak dipanggang api abadi.

Dalam bayanganku, aku lelap di atas karpet pasir
bersama sejenis keyakinan bahwa sedih mesti pecah dan usai saat pori-porimu
menghisapnya.

Dalam bayanganku, sepotong ombak kecil datang
bukan karena keinginannya, tapi karena pantai telah memanggilnya.

Dan tidak dalam bayanganku, aku ingin hanya kamu
yang terus dan tetap menyambutku…

~ Lenteng Agung, 241207 ~



2 Comments so far

  1.    always ratna on January 13th, 2008

    Apa? Giok cina? bagi dooong, yaaah, sayang cuma dalam bayangan lo, hihi. Tapi gpp, karena yang paling penting, adegan penyambutan yang terus-menerus itu tidak cuma dalam bayangan lo doang, hehee.

  2.    Bahril on February 11th, 2008

    dan benar, air yang memuaskan dahaga kadang bisa berupa hantaman ombak besar, tapi kadang berasal dari celah-celah permata.

    sesekali akal kelelahan memayungi anak manusia mencari kebenaran karena terbakar matahari di atas lautan,
    atau rasa sakit akibat benturan dengan batu karang yang hidup di dasar lautan, dan inilah pantai yang menyimpan rahasia kenapa batu karang meluruh di dalam timbunan pasir,

    Tapi sungguh! Kebenaran hanya berwajah satu.

    Dan biarkan saja kebenaran itu yang melihatku sampai akhirnya kami saling menatap satu sama lain.

    nice, FZ.

Leave a Reply