Perkawinan

Suatu kali pada waktu engkau menikah
kudatangi
perkawinanmu yang abu pada mataku
lalu jiwaku jadi keping
saat mata kita tikam-menikam
dengan segeming waktu
membutai mataku dan mu
atas jamuan berselera di atas meja
menjadikan tuli gendang kupingmu dan ku
atas ramai suara dan gelak tawa
ah, air mataku titik satu!
memerintahku untuk memunguti lagi keping-keping
jiwa yang hambur
memadukannya menjadi selembar mosaik
dengan sebuah tanda tanya berwarna merah
kutoleh lagi matamu
tikam matamu masih tetap
bahkan dengan hentak yang lebih dalam
ah, air matamu yang entah?

kumbang
Jogja, 5 Juni 2006

===
Oleh-oleh dari seorang sahabat bernama asli Hervin. (Di muat juga dalam ‘Antologi Puisi Penyair IISIP: Dari Secangkir Kopi, Komunitas Kertas, 2007).



1 Comment so far

  1.    UChox on June 11th, 2007

    Cool…..

Leave a Reply