Jerit Sunyi (Part I)

"Maka
sebenarnya waktu hanya mampu mengubah segala sesuatu yang berani menyentuhnya…aku
hanyalah seseorang yg kini hanya bisa menggelengkan kepala sambil berdecak ketika
di hadapkan pada sosokmu saat seperti ini. Jauh dari sana…kamu adalah sebuah
warna lain dari hidupku.
Dan aku hanya ingin merdeka: aku tahu rasanya tidak merdeka. Merdekakanlah aku, Perempuan. Seperti kini aku yang telah memerdekanmu dari hidupku. Aku lelah dan penat di buntal oleh rasa ini. Mereka menggulungku. Mereka menghantamku. Mereka menghajarku. Tak tanggung-tanggung. Tanpa malu. Dan aku telah babak belur di hajar mereka. Pingsan di godam waktu. Tapi sekaligus juga aku ingin kamu tahu: aku tetap mencintaimu."



1 Comment so far

  1.    always ratna on September 27th, 2007

    Betapa betapanya cinta itu!

Leave a Reply