: Menghirup Rindu Akanmu

Dari angkasa gemuruh rusuh terlempar.
Geletarkan dinding rumah, warung, sawah, segala yang terlanjur kuyup gemetar.

Keping kenangan kembali membingkai tanpa gentar.
Dengan tegak yang rapuh Aku berdiri: tangis ini guratkan wajahmu.

Maka jauh di dalam, ada derak pekak hati yang patah.
Lindukan jiwa.



3 Comments so far

  1.    -sWeet wiNdha- on January 1st, 2007

    Manusia yang satu ini, sarat dengan goresan-goresan kepiluan..
    yang pasti gw kangen sm si “angel demond” satu ini..

  2.    UChox on January 2nd, 2007

    Such a cry Baby…..
    Mengumandangkan “Hentikan Budaya Curhat”
    Huahahahahaahahh
    MAng bisa Yachhhh??????

  3.    lyeza on January 14th, 2007

    hem……laki-laki yang melankolis. tak bisakah kau gores sedikit kecerian dalam puisimu….agar ku lihat guratan sennyum menyembang di wajahmu yang sering terlihat sendu……. kangen juga ma lo jul… :P

Leave a Reply