: Menghirup Rindu Akanmu
Dari angkasa gemuruh rusuh terlempar.
Geletarkan dinding rumah, warung, sawah, segala yang terlanjur kuyup gemetar.
…
Keping kenangan kembali membingkai tanpa gentar.
Dengan tegak yang rapuh Aku berdiri: tangis ini guratkan wajahmu.
…
Maka jauh di dalam, ada derak pekak hati yang patah.
Lindukan jiwa.
Manusia yang satu ini, sarat dengan goresan-goresan kepiluan..
yang pasti gw kangen sm si “angel demond” satu ini..
Such a cry Baby…..
Mengumandangkan “Hentikan Budaya Curhat”
Huahahahahaahahh
MAng bisa Yachhhh??????
hem……laki-laki yang melankolis. tak bisakah kau gores sedikit kecerian dalam puisimu….agar ku lihat guratan sennyum menyembang di wajahmu yang sering terlihat sendu……. kangen juga ma lo jul…