Elegi Sepi Di Cikini Hingga Tebet Sini
Ada Suara Beduk Menalu-nalu Di Penghujung Senja Yang Sendu.
Tetabuh Merdu Itu Memang Syahdu Sungguh.
Ujarkan Gempita Kemenangan Lantang:
“Sebentar Lagi Hari Kemenangan! Mari Kawan, Rayakan!”
Ada Senyum Terkulum Mengalun Dari Wajah Jernih Sebentar Lagi Jadi Bersih Diantara Tumpukan Parsel Stasiun Cikini.
Ada Gegas Langkah Lekas Telah jadi Kebas ‘tuk Selalu Kembali Pulang Sekedar Cecap Aroma Kemenangan Bersama Yang Tercinta.
Ada Kerlip Lampu Ibukota Mengedip Jenaka Saksikan Polah Manusia Di Atas Semesta Tak Lupa Suguhkan Deru Debu Kadang Terhenti Diam Karena Sesaknya Kuda-kuda Besi Dijalan Raya.
Ada Rengek Khas Anak-anak Berganti Bahagia Atas Karunia Kasih Orang Tua Layani Permintaan Baju, Celana Dan Sepatu Baru Mereka.
Serupai Pesohor Cantik Di Televisi.
Ada Ramai Anak Muda Tanpa Orang Tua Mereka Tentunya Tukarkan Kertas Penukar Dengan Aksesori Trendi Beristirahat Dengan Segelas Kopi Dari Café Tak Lupa Sebatang Rokok Menyelip Saat Menjejerkan Kuda-kuda Mewah Mereka.
Ada Uang Berputar Deras Juga Keras Menyambut Hari Kemenangan.
Pantas Hadirkan Rona Bahagia Dari
Para Penjaja Atas Lakunya Dagangan Dan Resto Mereka.
Ada Mudik Berujung Hilir Manusia Penuh Senyum Dari Rona Bahagia Jelang Hari Yang Merdeka.
Ah…
Pokoknya Hari Kemenangan Nyaris Tiba Dan Manusia Memang Mesti Berbahagia.
Persetan Dengan Mereka Di Pojok Yang Retak Nyaris Pecah
Sana …
Tokh, Siapa Suruh Mereka Tak Kenal Sanak Saudara?!
Siapa Suruh Mereka Tak Kenal Ayah Bunda?!
Malah Menyapu Kereta Atau Mengamen Di Atas Kendara?!
CIH! Mental Pengemis!!!
Siapa Suruh Mereka Tak Mencari Kerja Di Ruang Pendingin Berhembus?!
Malah Menempa Jiwa Juga Darah Diatas Sawah Bahkan Samudera?!
Siapa Suruh
Ada Manusia Yang Tetap Rela Menjajakan Dirinya Demi Si Buyung Yang Tengah Merengek Baju, Celana Dan Sepatu Baru?!
Siapa Suruh Mereka Menerima Tergusurnya Rumah Mereka?!
Malah Memilih Hidup Dalam Gerobak Beratap Langit?!
Mereka Memang Hanya Perusak Keindahan Ibukota Bahkan Suasana Hari Raya!
Najis!!!
Dan Aku Pun Hanya Bisa Tersenyum.
Kecut.
Kalut.
Bersama Mereka Yang Berada Di Pojok Yang Retak Dan Nyaris Pecah Itu.
Duh Bunda…
Aku Telah Malu Beragama Dan Berhari Raya…
—
Taman Ismail Marzuki Lewat Kawasan Cikini Membelok Ke Arah Matraman Lurus Menuju Jatinegara Turun Di Kampung Melayu Menuju Tebet.
hmmm…ungu!!
akhirnya…^_^