Aku Sudah Tidak Percaya.
Dengan Institusi Apapun.
Bahkan Dengan Institusiku Sendiri.
Pesetan Dengan Pembenaran Mereka.
Persetan Dengan Pembelaan Mereka.
Bahkan, Aku Juga Sudah Tidak Percaya Pada Manusia.
Apapun Warna,
Asal,
Agama,
Atau Kebangsaan Mereka.
Apapun Ingin Mereka.
Apapun Rasa Hati Mereka.
Apapun Keterikatan Mereka.
Di Alam Semesta.
Juga Dengan Sang Pemilik Semesta, Yang Buatku, Hanya Mampu Termangu.
Entah Ia Membisu Dimana.
Entah Apa Yang Tengah Diperbuatnya Disana.
Berlayar Di Laut?
Berkemah Di Gunung?
Mengail Di Sungai?
Berjalan-jalan Sambil Belanja Di Pusat Kota Penuh Mall?
Duduk-duduk Santai Di Sebuah Kafe Sambil Menenggak Bir Kemudian Menggoda Perempuan?
Mengunjungi Tempat-tempat Kelam Berisikan Jalang?
Atau Tengah Bersetubuh Dengan Bidadari Dan Iblis Di Surga Dan Neraka?
Mungkin Saja…
Aku Sudah Tidak Percaya Dengan Apapun.
Bahkan Dengan Diriku.
Hatiku.
Isi Kepalaku.
Jalan Hidupku.
Lalu, Aku Harus Percaya Dengan Siapa?
Demikian Kalian Pasti Bertanya.
Entahlah.
Aku Masih Belum Bisa Menjawabnya.
Dengan Lugas Juga Tegas.
Saat Ini.
Entah Esok.
Tapi, Yang Aku Bisa Katakan Kali Ini:
Aku Hanya Mempercayai Perempuanku!
Juga Kebenaranku!
Itu saja!