# Entahlah… #
Gadis Kecil
Ada Gadis Kecil Diseberangkan Gerimis
Ditangan Kanannya Bergoyang Payung
Tangan Kirinya Mengibaskan Tangis
Di Pinggir Padang
Ada Pohon Dan Seekor Burung.
Dalam Bis
Langit Di Kaca Jendela Bergoyang Terarah Kemana Wajah Di Kaca Jendela Yang Dahulu Juga Mengerdil Dalam Pesona Sebermula Adalah Kata Baru Perjalanan Dari Kota Ke Kota Demikian Cepat Kita Pun Terperanjat Waktu Henti, Ia Pun Tiada.
Hatiku Selembar Daun
Hatiku Selembar Daun,
Melayang Jatuh Di Rumput.
Nanti Dulu,
Biarkan Aku Sejenak Terbaring Disini.
Ada Yang Masih Ingin Ku Pandang,
Yang Selama Ini Senantiasa Luput.
Sesaat Adalah Abadi.
Sebelum Kau Sapu Tamanmu,
Setiap Pagi.
Ketika Jari-jari Bunga Terbuka
Ketika Jari-jari Bunga Terbuka,
Mendadak,
Terasa Betapa Sengit Cinta Kita.
Cahaya Bagai Kabut,
Kabut Cahaya.
Dilangit Menyisih Awan Hari Ini,
Di Bumi Meriap Sepi Yang Purba,
Ketika Kemarau Terasa Ke Bulu2 Mata.
Suatu Pagi,
Di Sayap Kupu2,
Di Sayap Warna.
Suara Burung Di Ranting2 Cuaca,
Bulu2 Cahaya.
Betapa Parah Cinta Kita.
Mabuk Berjalan.
Di Antara Jerit Bunga2 Rekah.
Buat…
Pasti Datangkah Semua Yang Ditunggu
Detik2 Berjajar Pada Mistar Yang Panjang
Barangkali Tanpa Salam Terlebih Dahulu
Januari Mengeras Di Tembok Itu Juga
Lalu Desember
Musim Pun Masak Sebelum Menyala Cakrawala
Tiba2 Kita Bergegas Pada Jemputan Itu
Hutan Kelabu
Hutan Kelabu Dalam Hujan
Lalu Ku Sebut Kembali Kau Pun Kekasihku
Langit Dimana Berakhir Setiap Pandangan
Bermula Kepedihan Rindu Itu
Temaram Tlah Masak Pada Ku Semata
Memutih Dari Seribu Warna
Hujan Senandung Dalam Hutan
Lalu Kelabu Mengabur Nyanyian
Sajak Kecil Tentang Cinta
Mencintai Angin Harus Menjadi Nyiur
Mencintai Air Harus Menjadi Gemericik
Mencintai Gunung Harus Menjadi Terjal
Mencintai Api Harus Menjadi Jilat
Mencintai Cakrawala Harus Menebas Jarak
Mencintaimu Harus Menjelma Aku
Dalam Diriku
Dalam Diriku Mengalir Sungai Panjang,
Darah Namanya.
Dalam Diriku Mengenal Telaga Darah,
Sukma Namanya.
Dalam Diriku Meriap Gelombang Sukma,
Hidup Namanya.
Dan Karena Hidup Itu Indah,
Aku Menangis Sepuas-puasnya.
Nokturno
Kubiarkan Cahaya Bintang Memilikimu
Kubiarkan Angin Yang Pucat
Dan Tak Habis2nya Gelisah
Tiba2 Menjelma Isyarat Merebutmu
Entah Kapan Kau Bisa Ku Tangkap.
Hujan Bulan Juni
Tak Ada Yang Lebih Tabah Dari Hujan Bulan Juni,
Dirahasiakannya Rintik Rindu Yang Kemana Pohon Berbuah Itu.
Tak Ada Yang Lebih Bijak Dari Hujan Bulan Juni,
Dihapusnya Jejak2 Kaki Yang Ragu2 Di Jalan Itu.
Tak Ada Yang Lebih Arif Dari Hujan Bulan Juni,
Dibiarkannya Yang Tak Terucapkan Diserap Akar Pohon Bunga Itu.
Aku Ingin
Aku Ingin Mencintaimu.
Dengan Senang,
Hangat,
Dengan Kata Yang Tak Sempat Diucapkan Kayu Kepada Api,
Yang Menjadikannya Abu.
Aku Ingin Mencintaimu.
Dengan Senang,
Hangat,
Dengan Isyarat Yang Tak Sempat Disampaikan Awan Kepada Hujan,
Yang Menjadikannya Tiada.
Jadikan dirimu bagai pohon yang rindang di mana insan dapat berteduh.
Jangan seperti pohon kering tempat sang pungguk melepas rindu dan hanya layak
dibuat kayu api.
Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan,
pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi,
Jadilah seperti yang kamu inginkan,
karna kamu hanya memiliki satu kehidupan
dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan