; PInggir Danau UI ;
Di Pinggir Danau Ini,
Kembali Terduduk Sendiri,
Menanti.
Bersama Sepi,
Yang Hadir Menyertai.
Penatkan Palung Hati.
Mentari Mulai Lelah Berdiri.
Seiring Suara Hati.
Gemintang Pun Hadir Berdansa-Dansi.
Bersama Sumbangnya Nyanyi Hati.
Bernada Sunyi.
Duhai Hari Yang Mulai Berganti…
Mengapa Kau Tega Rejam Hati?
Mengapa Tak Kau Renggut Sepi?
Aku Telah Lelah Selalu Mencari!
Wahai Hari Yang Selalu Berganti…
Tahukah Kau Sakitnya?
Tahukah Kau Sedihnya?
Tahukah Kau Perihnya?
Tahukah Kau Pedihnya?
Tahukah Kau Penatnya?
Dan Kau Tetap Biarkan Aku Kembali Mati!!!
turut berduka cita atas matinya se-orang diri…
Belumm…dia sedang menikmati saat-saat Koma…….!!!!!
HUA…HA666x…Setidaknya Aku Telah Melawati Mati Dalam Imajinasiku, Kawan…HUA…HA666x
kalau begitu, berhentilah berimajinasi!
hadirilah kematianmu….
maka, mungkin….kau akan hidup
Hidup seperti apa?hidup dalam kematian dan jejak jejak langkah nya….?????
Kau ingat ombak itu….!!!jadilah seperti nya….
HA666x…Aku Memang Pernah Mati Dalam Imajinasiku. Tapi Aku Bangkitkan Kembali Imajinasi. Bentuk Baru, Tentunya. Di Dunia Nyata, Aku Juga Pernah Menghampiri Sang Mati. Tapi Ia Mengusirku Dan Menyumpah-serapahiku Dengan: Mati Belum Sanggup Menerimaku. Karenanya, Kini Aku Hidup. Seperti Apa?. Hidup Seperti Semesta Inginkan. Karena Aku Memang Semesta. Bukan. Karena Manusia Adalah Semesta…