Archive for May, 2006
!!! Sekali Lagi, Aku Menyerumu !!!
Sekali Lagi,
Aku Menyerumu Kekasihku.
Adakah Cintamu Untukku?
Adakah Cintaku Untukmu?
Yang Membuat Kaki Kita Menjadi Kokoh?
Lelah Memang Telah Lama Mendera.
Meski Tertatih,
Terseok,
Tetap Aku Paksa Berjalan Juga Berlari.
Lintasi Belukar Debu Penuh Sendu.
Aku Tak Pernah Tahu.
Berapa Lama Kaki Kita Dapat Bertahan,
Atau Berdiri Tunggal Bak Pohon Waru.
Karena Kita Tak Pernah Di Beri Tahu,
Akan Sampai Dimana Akhir Kebahagian Itu.
Karena Bisa Saja,
Aku Mati Dengan Lelah Dan Dimakan Anjing-anjing Jalanan.
Sekali Lagi,
Aku Menyerumu Kekasihku.
Adakah Rasa Sayang Untukku?
Adakah Rasa Sayang Untukmu?
Layaknya Jiwa Raga,
Saling Beriring.
Bagai Pengantin Muda,
Yang Bertemu Lantas Bersatu Di Perempatan Cinta?
Segala Impian Dan Cita-cita,
Ku Lihat Di Mata Mereka.
Sekali Lagi,
Aku Menyerumu Kekasihku.
Apakah Selalu Ada Harapan Tuk Kita Selalu Bersatu?
Terakhir Kali Aku Menyerumu Kekasihku,
Berikan Aku Jiwa Dalam Perjalananku.
Agar Terbangun Istana Kecil Untukmu.
Bersama Kita Dapat Mendera Dunia.
Menyiksa Mereka Yang Telah Susahkan Kita.
Ketahuilah Kekasihku,
Langkah Hidupku Akan Berat Tanpamu…
; PInggir Danau UI ;
Di Pinggir Danau Ini,
Kembali Terduduk Sendiri,
Menanti.
Bersama Sepi,
Yang Hadir Menyertai.
Penatkan Palung Hati.
Mentari Mulai Lelah Berdiri.
Seiring Suara Hati.
Gemintang Pun Hadir Berdansa-Dansi.
Bersama Sumbangnya Nyanyi Hati.
Bernada Sunyi.
Duhai Hari Yang Mulai Berganti…
Mengapa Kau Tega Rejam Hati?
Mengapa Tak Kau Renggut Sepi?
Aku Telah Lelah Selalu Mencari!
Wahai Hari Yang Selalu Berganti…
Tahukah Kau Sakitnya?
Tahukah Kau Sedihnya?
Tahukah Kau Perihnya?
Tahukah Kau Pedihnya?
Tahukah Kau Penatnya?
Dan Kau Tetap Biarkan Aku Kembali Mati!!!
“…”
Kekasih,
Tahukah Kau Bahwa Hampa Tengah Mendera?
Dan Kenapa?
Aku Pun Tak Bisa Mengira.
Atau Juga Meraba Jawabnya.
Bahkan Semesta Telah Aku Tanya
Mengapa Rasa Itu
Ada ?
Mengapa Harus
Ada ?
Tapi Jawab Tak Kunjung Tiba.
Tidak Saat Aku Di Tengah Hiruk Pikuk Ibu
Kota .
Dan Bukan Untuk Sementara, Tapi Cukup Lama.
Kuputuskan Ke Sebuah Desa.
Tuk Sekedar Bersatu Dengan Semesta.
Undang Jawab Dari Segala Tanya Jiwa.
Kekasih,
Hampa Ini Buatku Gila!
Semua Terasa Lara.
Benarkah Rasa?
Benarkah Cinta?
Benarkah Kita?
Benarkah Jiwa?
Benarkah Kerja?
Benarkah Menikah?
Benarkah Ada?
Benarkah Hidup Manusia?
Kekasih,
Kubungkus Semua Tanya Dalam Satu Perkara:
“Benarkah Benar?!”
Lalu,
Kutitipkan Pada Angin.
Kuikat Di Kaki Burung.
Kutanya Pada Gemintang Dari Dalam Rimba.
Kuguratkan Pada Dedaunan.
Kuukir Pada Batang Juga Dahan.
Kupahat Pada Batu.
Kulemparkan Pada Air.
Ku Teriakkan Pada Gua-gua Sepi Yang Ku Temui.
Kumasukkan Dalam Botol.
Kuapungkan Di Hilir Air Sungai.
Bahkan,
Kuraba Mentari Pagi Yang Tengah Bersedih.
Kutanya Pada Suara
Padang Savana Yang Diam.
Ku Cecapi Di Tiap Gemuruh Ombak Yang Menampar Pasir.
“Semesta Oh Semesta…
Mengapa Tak Jua Kau Hadirkan Jawab?
Mengapa Kau Masih Juga Diam?”
Dan Aku Pun Terayun Diatas Air Tak Bertepi
Kuresapi Arti Dari Mangkirnya Sang Jawab.
Kekasih,
Hampa Ini,
Kosong Ini,
Luas Tak Terhingga.
Dan Aku Memang Harus Hidup.
Bersama Kehidupan Didalamnya.
!!! Dan Aku Pun Menyerumu !!!
Bukalah Matamu, Kekasihku…
Karena Aku Menyerumu Dari Kegelapan Yang Marah.
Pandangku Selalu Tertumbuk Pada Ruang Kosong.
Bersama Sedih.
Begitu Sendiri.
Sangat Sepi.
Sementara Malam,
Selalu Membuat Semua Lelap.
Tapi Aku, Membeliak Tetap.
Karena Rindu Selalu Menggulungku.
Dan Cinta Memang Selalu Menyiksa Manusia.
Kau,
Aku,
Semua.
Bukalah Matamu, Perempuanku…
Suaraku Makin Lama Semakin Serak.
Melanda Rerumputan Yang Kian Basah Oleh Embun.
Dengarkah Kau Akan Parauku?
Bukalah Matamu, Kekasihku…
Matahari Sebentar Lagi Hantarkan Pagi.
Bangunkan Semua Mahluk.
Kokok Ayam Dan Kegaduhan Menjela.
Bersiaplah.
Segala Akan Ramai.
Tawa, Tangis Dan Teriakan Jadi Satu.
Kemudian, Seruku Membaur Kehilangan Arti.
Mati Terhimpit Oleh
Sesaknya Manusia,
Penatnya Hati Yang Meronta,
Juga Jiwa Yang Resah.
Dan Aku Harus Pergi Bersama Mereka.
Untuk Terkubur Dan Terlupakan.
Sementara.
Karena Aku Akan Pulang.
Bukan.
Aku Pasti Pulang.
Ke Hatimu…
Comments(7)
Cemburu…
…Adalah Sepenggal Sayap Yang Jatuh Meluruh.
…Membawa Puting Beliung Badai Nafsu!
…Matahari Yang Alpa Mengiringi!
…Bulan Yang Lupa Menyinari!
…Panas Api Yang Selalu Menyirami!
…Bukan Atas Nama Cinta,
…Adalah Manusia Yang Tertunda !!!